Lombok Trip – Pendakian Menggapai Puncak Rinjani 3726 mdpl

Cerita liburan backpacking saya semester ini dimulai lagi. Target liburan kami semester ini adalah Pulau Lombok dan Gunung Rinjani.  Liburan ini telah kami persiapkan sejak bulan Maret lalu. Rencana awalnya kami pergi betiga, yaitu Saya, Fadhel, dan Boho. Namum dengan berjalan nya waktu mendekati hari H bertambah 3 orang lagi yang ingin ikut, yaitu Rizky, Luthfi dan Geri. Okee, segala persiapan sudah dibeli dan latihan fisik pun telah dilakukan. Target awal kami yaitu berangkat pada tanggal 23 Mei, namun akhirnnya diundur beberapa kali menjadi tanggal 30 Mei. Namun sebelum keberangkatan 2 orang tidak jadi pergi yaitu Fadhel dan Boho karena ada suatu kepentingan yang gak bisa ditinggalkan, hehe😀. Akhirnya fix kami berempat yang pergi.

Bandung, 30 Mei 2012

Siang itu Saya dan Luthfi pergi ke stasiun untuk membeli tiket kereta api ke Jogja. Kereta yang ingin kami naiki yaitu kereta Kahuripan. Kami cari tiketnya di stasiun Kiara Condong Bandung. Namun ketika sampai disana yang tertulis di loket adalah “Tiket KA Kahuripan HABIS sampai Tanggal 4 Juni” dan “ Tiket KA Pasundan HABIS sampai tanggal 3 Juni”. Waduuuh, saya pun mulai panik mendengar kedua pengumuman itu.Biasanya tiket kereta api ekonomi bisa dibeli pada saat hari-H keberangkatan, namun ternyata peraturannya sudah baru, kereta ekonomi sekarang sudah pake tempat duduk dan tidak bisa di padat-padatin kayak biasanya. Sial, saya baru tahu kalo ada peraturan baru kayak gitu. Kami pun beranjak ke satsiun Pusat Bandung itu mencari alternative tiket kereta ke Jogja. Banyak sih kereta ke Jogja, tapi kelasnya eksekutif ama bisnis semua, ya gak sesuai lah ama budget anggaran kami. Setelah mencari info lebih lanjut ada satu kereta yang ada kelas ekonomi yaitu, KA Malabar jurusan Bandung-Malang. Harga tiketnya KA ini sampai Jogja Rp. 95.000,-. Sedikit kaget melihat harganya. Saya pun menanyai kedua teman yang lain kalau kereta yang ada kelas ekonomi nya cuma itu. Awal nya  mereka berdua cukup ragu untuk mengambil tiket itu karena masalah harga tadi, tapi akhirnya setuju karena emang gak ada kereta lagi. Akhirnya kami mengambil tiket KA Malabar untuk keberangkatan besok harinya, karena udah gak keburu kalo berangkat sekarang. KA Malabar nya berangkat dari Bandung pukul 15.30 WIB.

Bandung, 31 Mei 2012

Sebelum berangkatPagi hari pun kami mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan selama perjalanan nanti sebaik-baiknya sampai siang hari. Hari pun sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB. Segala keperluan dan kebutuhan telah dimasukkan kedalan carrir. Pukul 14.30 pun kami berangkat dari kosan Geri dan Rizky menuju stasiun pusat Bandung. Sampai di stasiun pukul 15.00 WIB. Kami langsung masuk kedalam dan menaiki kereta yang akan membawa kami ke Jogja, hehe. Setelah menunggu 30 menit, akhirnya kereta pun berangkat. Karena ini perjalanan malam dan sampai di Jogja nya juga tengah malam, jadi kebanyakan kami semua tidur di kereta, hehe😀. Kami pun sampai di Stasiun Tugu Jogja pukul 23.30 WIB dimalam hari. Untuk menyambung ke Banyuwangi, kami menaiki KA Sri Tanjung. Tiket kereta ini sudah kami beli dengan minitip untuk membelinya pada teman yang ada di Jogja, takut kehabisan tiket lagi kayak kemaren. KA Sri Tanjung berangkat dari Stasiun Lempuyangan Jogja pukul 08.00 WIB di pagi hari. Untuk menunggu pagi hari kami tidur diplataran stasiun tugu, hehe (ini yang disenangin kalo backpacking, jadi anak terlantar :D).

Yogyakarta, 1 Juni 2012

Setelah agak subuh pukul 05.00 WIB, kami bangun dan shlat subuh dahulu. Habis itu kami langsung mencari kendaraan untuk ke stasiun Lempuyangan. Kendaraan yang kami dapat waktu itu adalah taksi dengan harga Rp. 25.000,- satu taksi, jadi kalo di bagi 4 kena  lebih kurang Rp. 6.250,-/orang, cukup murah lah untuk naik taksi, hehe. Sampai di stasiun Lempuyangan pukul 06.15 WIB, saya langsung menelfon teman saya yang membelikan tiket kereta ke banyuwangi, Pukul 06.30 WIB dia sampai di stasiun Lempuyangan. Kami berterima kasih sekali karena udah membelikan tiket, kalau tidak pasti terlantar lagi di Jogja, hehe.

Pukul 08.00 WIB pun KA Sri Tanjung pun berangkat dai stasiun lempuyangan jogja. Perjalanan selama kurang lebih 14 jam ini diisi dengan tidur dan bercanda, ( kalau gak gitu bosen juga 14 jam di kereta, ngapain coba? haha :D). Tetapi ada serunya waktu di kereta pas nyampe di Surabaya, ada group pengamen yang membawakan lagu jawa gaul gitu. Yang disalutkan adalah pemain drum nya. Drum nya Cuma 2 tapi bunyi yang dikeluarkan bisa 10 bunyi, salut dah, haha. Perjalanan masih tetap berlanjut, kami sampai di stasiun Banyuwangi baru pada pukul 21.30 WIB. Kami pun berjalan dari stasiun ke pelabuhan karena jaraknya emang dekat, kira-kira 100 meter. Kami menaiki ferry di Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk di Bali dengan harga Rp. 6000,-. Kurang lebih 45 menit pelayaran, kami pun sampai di Pelabuhan Gilimanuk Bali pada pukul 00.15 WITA.

Bali, 2 Juni 2012

Di kapal ferry ke pelabuhan lembarPerjalanan selanjutnya yaitu ke pelabuhan Padang Bai, tapi bus ke Padang Bai baru berangkat pada pukul 02.30 WITA, jadi kami menunggu saja di pelabuhan tersebut. Akhirnya pada pukul 02.30 WITA bus yang kami naiki ke Padang Bai berangkat juga.  Lama perjalanan ke Padang Bai kira-kira 5 jam dan kami sampai di Pelabuhan Padang Bai pada pukul 07.00 WITA di pagi hari. Sampainya di pelabuhan Padang Bai kami langsung membeli tiket ferry ke Pelabuhan Lembar di Lombok. Ferry menuju pelabuhan Lembar berangkat pukul 08.00 WITA. Perlayaran dari pelabuhan Padang Bai ke pelabuhan Lembar lebih kurang 4 jam. Kami tiba pelabuhan Lembar pada 01.30 WITA, agak telat dari jadwal karena dermaga di palabuhan Lembar penuh, jadi harus antri dulu untuk merapat ke pelabuhan. Setelah kapal pun merapat di dermaga pelabuhan Lembar, kami pun langsung turun. Sesampainya di pelabuhan, calo-calo pun mulai mendatangi kami. Setelah tawar-menawar dengan calo tersebut dan disepakati harganya, kami pun diantar ke desa Semabalun, yaitu desa dimana kami mulai trekking ke puncak rinjani keesokan harinya. Tapi di perjalanan kami minta supirnya untuk berhenti di minimarket terdekat untuk membeli logistik dan persediaan makanan selama kami di atas gunung nanti. Kami di antar cuma sampai Aikmel. Untuk ke desa sembalunnya kami harus menaiki mobil sayur, hehe. Kami sampai di Aikmel waktu itu sore hari, jadi perjalanan ke desa sembalun nya sudah hampir malam. Yang gak tahan selama perjalan ke desa sembalun itu adalah suhu udaranya yang dingin banget, ditambah lagi saya gak pake jaket, lengkap sudah penderitaan saya menggigigil selama perjalanan. Sesampainya di pos informasi pendakian gunung rinjani di desa sembalun kami menginap di belakang pos tersebut. Di penginapan tersebut kami bertemu dengan teman-teman dari APP Jakarta yang juga akan mulai naik pada esok hari. Sampai di kamar penginapan kami masak dulu untuk makan malam dan selanjutnya kami langsung tidur untuk mempersiapkan diri keesokan harinya.

Lombok, 3 Juni 2012

Di Pos Informasi SembalunPagi hari di desa sembalun, cuaca yang cerah untuk naik hari ini. Sebelum naik kami membeli makan dulu agar tidak “totos” di jalan nantinya, haha. Setelah selasai sarapan kami pun langsung ke pos lagi untuk membeli tiket masuk Taman Nasional Gunung Rinjani. Harga tiketnya yaitu Rp. 10.000,-. Oke, tiket sudah dibeli kami pun siap memulai perjalanan menuju puncak rinjani (3726 mdpl). Sebelum mulai jalan kami pun tak lupa berdo’a dahulu agar selamat sampai turun nanti. Perjalanan pertama adalah menuju pos 1. Trekking dari desa sembalun tidak terlalu nanjak, cukup landai. Suasana trekking dari sembalun ini luar biasa indahnya, karena medan yang kami lalui berupa savana padang rumput. Biasanya trekking lewat sembalun ini kata orang-orang dihadapkan dengan cuaca yang sangat panas, karena tidak ada pohon-pohon yang tinggi yang cukup melindungi. Tetapi Alhamdulillah kami tidak mengalami hal itu, karena saat perjalanan cuaca agak mendung tapi tidak hujan, jadi cuaca saat kami trekking sangat sejuk sekali, hehe. Saat trekking sebelum pos 1 terjadi hal yang di luar dugaan saya, tiba-tiba kakinya Geri menjadi kram, sehingga harus berhenti dulu sejenak. Setelah beberapa saat kakinya pun mulai aman dan perjalan dilanjutkan kembali. Tapi setelah 30 menit berjalan kramnya kaki Geri pun kembali lagi. Pada saat itu kayaknya kram kaki Geri mencapai puncak nya karena saat itu Geri sempat berteriak kesakitan. Saya pun agak mulai panik sedikit, takut terjadi apa-apa. Kami pun memijit kaki geri agar kram nya turun. Setelah lama dipijit akhirnya kram kaki Geri pun reda, syukurlah. Akhirnya kami jalan santai-santai saja sampai ke pos 1. Kami sampai di pos 1 pada pukul 12.30 WITA. Disana kami bertemu dengan teman-teman dari pecinta alam APP Jakarta yang kami temui di penginapan semalam. Sampai nya di pos 1 kami memakan cemilan sedikit. Kami makan buah pir waktu itu, lumayan untuk melepaskan dahaga, hehe. Setelah istirahat lebih kurang 20 menit, kami melanjutkan trekking kembali.  Tujuan selanjutnya yaitu pos 2. Kami tetap jalan santai-santai saja, sesekali berhenti untuk mengambil nafas dan minum lalu menjutkan jalan lagi. Tak lama kemudian kami pun sampai di pos 2. Pos 2 berada di dekat jembatan. Karena persediaan air minum kami sudah menipis, kami pun mengisi air di mata air di dekat pos 2. Disana kami bertemu dengan 3 orang porter dan berbincang-bincang sebentar tentang trekking yang ada di Rinjani. Kata porternya nya jalannya emang sulit, gak usah terburu jalan nya, yang penting konstan. Setelah cukup berbincang-bincang dan mengetahui gimana trekking nya, kami pun melanjutkan kembali jalan menuju pos 3. Jalan menuju pos 3 emang nanjak dan sedikit sekali jalan datarnya. Untuk menuju pos 3 dari pos 2 kami harus melalui 3 bukit lagi. Saya pikir sih awalnya dekat, nah cuma 3 bukit doang, tapi pas udah mencoba trekking nya, boro-boro 3 bukit, 1 bukit yang pertama ajak capek nya minta ampun, benar-benar menguras tenaga dan membuat kaki terasa sangat berat sekali. Kami tetap melanjutkan trekking dengan santai dan konstan sesuai dengan instruksi porter tadi. Setalah lebih kurang 2,5 jam berjalan kami pun sampai di sebuah pos. Disana ada porter yang sedang memanaskan air. Kami kira sudah sampai di pos 3 dan saat nya untuk nge-camp, karena target awal perjalanan kami hari sampai pos 3, eh ternyata itu belum pos 3, itu hanya pos Extra menuju pos 3. Waduh, mendengar itu kami sedikit kecewa karena harus berjalan lagi menuju pos 3. Tapi untung lah pos 3 tidak terlalu jauh dari pos extra tersebut, butuh waktu 30 menit untuk sampai ke pos 3. Akhirnya pada pukul 16.15 WITA kami sampai di pos 3. Disana kami bertemu dengan teman-teman yang sama dipenginapan tadi, dan juga bertemu dengan teman yang dari Jakarta lainnya. Sampai nya di pos 3 kami langsung menegakkan tenda, dan memasak nasi untuk makan malam, hehe. Setelah perut terisi kami berempat langsung masuk tenda karena cuaca yang sangat dingin dan pada kecapekan semua. Waktu didalam tenda makah kangsung ketiduran semua dengan pules, hehe😀.

Savana padang rumput rute sembalun   Istirahat sejenak

Lombok, 4 Juni 2012

Keesokaan harinya, perjalanan kami mulai kembali. Tujuan kami hari ini adalah plawangan sembalun. Menurut porter yang kami tanyai, waktu tempuh normal dari pos 3 ke plawangan sembalun adalah 5 jam perjalanan. Kami berangkat dari pos 3 pada pukul 09.00 WITA. Jalanan dari pos 3 ke plawangan sembalun jauh berbeda dari jalan sebelumnya yang cukup landai. Jalan dari pos 3 ini memang nanjak abis, hanya sesekali jalan datar untuk istirahatnya. Waktu kami jalan, sesekali kami bertemu dengan orang yang turun dari rinjani memelalui jalur senaru, dan saat itu pun kami Tanya, apakah ke plawangan sembalun masih. Dan jawabannya pun plawangan sembalun masih jauh banget. Haduuuh, lagi-lagi dibutuhkan perjuangan keras untuk sampai kesana. Setelah berjalan 1,5 jam, kami pun sampai di pos extra. Disana kami bertemu dengan ibu dewi dan teman-teman dari Jakarta yang sama-sama ngecamp di pos 3 tadi yang telah naik duluan dari kami. Kami istirahat ssejenak sebentar disana. Tidak beberapa lama pun kami melanjutkan perjalanan kembali, sementara rombongan ibu dewi masih beristirahat di pos extra. Di perjalanan dari pos extra menuju plwangan sembalun kami bertemu dengan bg aceng dan satu orang temannya. Bg aceng dan temannya ini berasal dari Mataram. Bg aceng dan temannya ini memang cepat sekali naiknya. Hal ini memacu kami itu tidak mau kalah, hehe. Saya dan Rizky pun mengikuti bg aceng dan seorang temannya, sambil sesekali bercerita tentang trekking di gunung rinjani. Nah, karena pada saat itu kaki geri masih sakit, terpaksa Saya dan Rizky jalan duluan. Kami berani jalan duluan karena masih ada luthfi dan rombongan ibu dewi tadi di belakang yang bakal menolong Geri kalau terjadi apa-apa, hehe😀 (maaf ger). Kata bg aceng sih plawangan sembalun di atas bukit itu, berarti menurut pikiran saya sehabis bukit ini saya bakal sampai di plawangan sembalun dan dapat segera melihat danau segara anak. Oke, semangat saya pun semakin tertantang. Tanjakan bukit nya memang luar biasa. Saya hanya dapat melangkah 5 kali dan selanjutnya berhenti sejenak untuk mangambil nafas, begitu seterusnya. Saya dan Rizky pun mendahuli bg aceng dan seorang temannya tersebut. Kami terus menanjak dengan cara menanjak seperti tadi. Waktu sampai di atas bukit itu, saya kira sudah sampai, dan ternyata belum sampai dan masih ada tanjakan bukit lagi. Waduh, sepertinya perjalanan menuju plawangan sembalun masih panjang. Oke kami pun pantang menyerah. Dalam perjalanan menyusuri bukit ini, banyak saat lihat edelweiss tumbuh dengan subur, sungguh pemandangan yang sangat indah untuk dilihat. Setelah berjalan 1 jam, akhirnya saya sampai terlebih dahulu di plawangan sembalun, disusul risky, bg aceng, dan teman bg aceng. Sampainya di plawangan sembalun kami istirahat sejenak sambil menunggu Geri dan Luthfi. Cukup lama sih nunggu nya. Kami sampai di plawangan sembalun pukul 01.00 WITA sementara Geri dan Luthfi baru sampai pukul 02.00 WITA. Sesampai di plawangan sembalun kami pun berpisah dengan bg aceng. Bg aceng tidak muncak, dia langsung ke segara anak, sementari kami ngecamp di plawangan sembalun untuk Summit Attack pukul 02.30 WITA dini hari nantinya.

Di Plawangan Sembalun         dresscode jahim

Menikmati sunset di plawangan sembalun

Sunset di Plawangan Sembalun

Puncak Rinjani dari plawangan sembalun         

Di plawangan sembalun kami kembali mendirikan tenda. Seperti biasa, ada yang mendirikan tenda, dan ada pula yang memasak nasi. Di plawangan sembalun pun kami tidak lupa foto-foto karena pemandangan yang sangat indah dengan view danau segara anak dan seperti berdiri di atas awan, hehe😀. Kami pun santai-santai di plawangan sembalun sampai sore menikmati sunset dari atas awan. Setelah puas menikmati pemandangan di plawangan sembalun kami pun balik ke tenda untuk berisitirahat karena harus bagun jam 2 dini hari untuk naik ke puncak.

Lombok, 5 Juni 2012

Pagi-pagi dini hari pukul 01.00 WITA kami mempersiapkan sarapan terlebih dahulu. Cukup super bubur instant saja sarapan kami waktu itu, hehe. Setelah selesai makan kami langsunug melakukan persiapan untuk menuju puncak rinjani. Kami cuma bawa 1 air berempat saat itu dan air nya di pegang oleh geri. Tepat pukul 02.30 WITA kami berangkat ramai-ramai dengan rombongan yang lain menuju puncak rinjani. Tujuan pertama adalah munuju bibir kawah rinjani dan selanjutnya menelusuri bibir kawah tersebut sampai ke puncak. Lagi-lagi saya dulu naik untuk menuju bibir kawah tersebut, hehe, diikuti luthfi dan risky di belakang. Saya sampai di bibir kawah rinjani pada pukul 03.30 WITA. Berhenti sejenak disana sebentar sambil menunggu yang lain. Sampai dibibir kawah saya sudah liat puncak yang udah begitu dekat dan dalam pikiran saya pun ini terlalu cepat saya naiknya, jadi bersantai-santai dulu. Tak lama kemudian rizky dan luthfi pun dating, serta 1 orang lagi di belakang mereka. Orang itu namanya bg panji. Kami bertiga sangat haus waktu itu, sementara geri yang membawa air masih di belakang, untung lah bg panji member seteguk air pada kami saat itu, hehe.  Tak lama kemudia kami berempat dengan bg panji melanjutkan jalan kembali. Saya kira tinggal menaiki 1 bukit ini maka akan sampai di puncak. Jalan pun diteruskan, dan bukit itu pun sudah dilewati tetapi puncak nya masih keliatan di bukit yang lain , waduh, ini menipu sekali. Ternyata benar, puncak nya masih jauh, 3 jam lagi lebih kurang menuju kesana. Trekking nya banyak yang menipu gitu, saya kira habis tanjakan ini sudah selesai ternyata masih belum. Tanjakan ke puncak ini sangat terjal dengan medan yang berupa bebatuan. Setiap ngelangkah 2, maka akan turun 1. Saya sempat hampir nyerah untuk mencapai puncak waktu itu, udara yang dingin, kerongkongan yang haus, dan perut yang sangat lapar karena tidak membawa bekal. Selama nanjak 3 kali saya minta air kepada orang yang 1 nya lagi minta pada bule, hehe. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada saya terus menempuh tanjakan menuju puncak rinjani yang keiringannya lebih dari 45 derajat. Akhirnya pada pukul 06.10 WITA saya sampai di puncak tertinggi gunung Rinjani, 3726 mdpl. Sungguh lluar biasa pemandangan dari atas sini. Saya dapat melihat batas laut pulau Lombok, gunung agung di bali, kota Mataram dari atas sini. Saya juga dapat menikmati sunrise dari puncak rinjani ini. Alhamdulillah akhirnya saya dapat menginjakan kaki di puncak gunung tertinggi ke-3, gunung api tertinggi ke-2,dan gunung dengan view paling indah di Indonesia ini🙂.

         

Puncak Rinjani, 3726 mdpl

Puncak Rinjani, 3726 mdpl

         

Di puncak gunung rinjani ini cuaca nya memang sangat dingin. Saya hanya sanggup 1 jam diatas puncak tersebut. Diatas puncak bg panji juga membagi sedikit biscuit yang dimilikinya kepada kami, Wah, saya sangat senang sekali waktu itu, karena perut ini benar-benar lapar. Saya di beri 3 buah biscuit, dan itu rasanya sepeerti saya makan 3 burger, hehe. Terima kasih banyak bg panji atas minuman dan makanannya J. Berbekal 3 buah biscuit ini lah saya turun kembali ke tempat ngecamp dengan selamat, hoho. Setelah kami berempat turun dari puncak dan sampai di camp semuanya, maka kami langsung makan dahulu, mengisi perut yang sangat lapar tadi. Habis makan kami langsung siap-siap membereskan tenda karena meunuju tujuan berikutnya, yaitu Danau Segara Anak J.

Pukul 14.30 WITA kami mulai berjalan dari plawangan sembalun ke Danau segara anak. Waktu tempuh normal dari sembalun ke segara anak kira-kira 3,5 jam. Turunan ke segara anak sangat terjal, kita harus melewati tebing-tebing yang sangat terjal. Saya dan luthfi jalan duluan, sementara rizky dan geri di belakang. Perjalanan kami lumayan lama. Saat hari sudah mulai gelap kami masih belum sampai di danau segara anak dan tidak membawa senter pula waktu itu. Terpaksalah saya dan luthfi jalan secara perlahan dan meraba-raba waktu itu. Akhirnya kami tiba di tempat camp danau segara anak pada pukul 19.00 WITA, sementara Rizky dan Geri sampai pada pukul 20.30 WITA. Saya dan luthfi yang sampai duluan mendirikan tenda terlebih dahulu. Malam itu kami tidak keluar karena udara yang sangat dingin dan langsung tidur di tenda.

Lombok, 6 Juni 2012

Pagi hari pukul 07.00 WITA saya sudah bangun, ketika keluar dari tenda, pemandangan yang luar biasa indah terpampang di depan mata saya. Danau segara dengan gunung barujari di tengah nya menyajikan pemandangan yang sangat indah pagi itu. Saat semuanya sudah bangun, kami mulai memasak nasi, sementara rizky dan luthfi memancing di danau segara anak. Memang enak mincing di danau ini, tapi saying nya kami cuma dapat 1 ikan waktu itu, hehe. DI sekitar danau segara anak banyak terdapat tempat yang menarik untuk dikunjungi seperti sumber air panas dan gua susu. Saya cuma hanya sempat mencicipi sumber air panas dan tidak sempat ke gua susu.

Segara Anak dengan Gunung Barujari di Belakangnya         Segara Anak dengan Gunung Barujari di Belakangnya

Danau Segara Anak dan Gunung Barujari

Danau Segara Anak dan Gunung Barujari

         Danau Segara Anak dan Gunung Barujari

Setelah puas menikmati keindahan alam yang ada di danau segara anak, kami harus bersiap-siap lagi ke plawangan senaru. Rencana awalnya kami berangkat besok dari segara sampai turun di desa senaru yang membutuhkan waktu lebih kurang 8 jam. Tapi untuk berjaga-jaga agar tidak sampai malam di senaru, maka kami mulai nyicil jalannya hari ini ke plawangan senaru. Pukul 02.30 WITA kami mulai berangkat jalan ke plawangan senaru menyusuri danau segara anak yang kemudian menanjak lagi menuju bibir kawah rinjani. Jalur I trekking di pendakian ini memang terbilang terjal, tapi untung tudak seterjal pada saat penurunan dari plawangan sembalun kemaren. Rizky dan luthfi jalan duluan sementara saya geri di belakang, karena kaki eri yang masih sakit. Trekking yang sangat susah di jalur ini adalah ketika di dekat plawangan senaru nya, trek nya batu semua sehingga mengharuskan kami untuk climbing, bukan trekking lagi, hehe D. Rizky dan luthfi sampai pada pukul 17.30 WITA, sementara saya dan geri sampai pada pukul 18.00 WITA. Saat sampai di plawangan senaru kami dapat menikmati sunset dari sini. Dari sini lagi-lagi seperti negeri di atas awan, karena benar-benar awan ada di bawah kita, hehe J. Dari plawangan senaru ini kita dapat melihat puncak rinjani dan gunung barujari di arah barat, dan juga dapat melihat pulau-pulau gili air, gili meno, dan gili trawangan di arah barat. Sungguh pemandangan yang menakjubkan. Kami langsung mendirikan tenda sehabis itu dan seperti biasa memasak nasi. Untuk  makan kali ini hidangan kami adalah ikan hasil mincing di danau segara anak tersebut. Walaupn Cuma 1, kami bagi 4 ikan tersebut, hehe. Ikan segara anak ini memang enak rasanya, enak banget, sayang kami Cuma dapat 1, hehe J. Setelah kenyang makan, kami langsung tidur karena harus mempersiapkan diri besok pagi untuk turun ke desa senaru.

Lombok, 7 Juni 2012

Pagi ini sebelum berangkat kami sarapan dulu, sarapan yang terakhir ini adalah rendang yang dibawa oleh luthfi. Setelah selesai mengisi perut, pada pukul 08.00WITA kami memulai perjalan turun dari gunung rinjani ke desa senaru. Awal nya kami berangkat bersama, rizky dan luthfi duluan, sementara saya dan geri belakang. Kami bertemu di pos extra sebelum pos 3. Setelah pos extra saya mulai jalan duluan. Pada saat jalan saya jug jarang liat-liat kebelakang. Ketika hampis sampai pos 3 baru lah saya menoleh ke belakang, ternyata mereka udah gak terlihat dan jauh di belakang. Sesampainya di pos3 saya tunggu mereka selama 15 menit, tapi setelah 15 menit menunggu mereka tidak kunjung datang, ya udah, saya putuskan untuk jalan duluan, hehe J. Saya berjalan sendirian menelusuri hutan tropis di jalur senaru. Sesekali saya bertemu dengan orang yang sedang naik melalui jalur senaru. Patokan saya untuk sampai di bawah adalah tugu km yang ada di samping trek. Waktu di pos 3 tadi km nya adalah 6,5 km dan itu akan terus menurun sampai di desa senaru. Akhirnya ada pukul 12.00 WITA saya sampai di km 0 pintu plang pendakian senaru, cepat 1 jam dari waktu normal, hehe. Alhamdulillah saya telah sampai dibawah. Disana ada orang yang jual makan dan minuman, karena perut memang lapar dan haus jadi saya beli sedikt snack dan minuman disana, hehe😀. Setelah itu, saya menunggu yang lain di pondokan dekat sana. Cukup lama saya menunggu dan sempat tertidur juga. Akhirnya pada pukul 01.30 WITA, rizky luthfi dan geri pun sampai. Wah, bersyukur sekali kami semua karena sudah sampai di bawah dengan selamat.

Di Pintu Pendakian Senaru

Setelah kami semua lengkap, kami berjalan menuju pos trekking pintu senaru yang berjarak sekitar 1,5 km lagi. Kami sampai disana pukul 16.30 WITA di sore. DI pos informasi tersebut kita dapat mandi dan bersih-bersih disana. Mumpung ada tempat mandi gratis, ya udah kami langsung mandi disana, hehe (maklum sudah 5 hari gak mandi :D). Setelah mandi ada beberapa bapak-bapak yang menawarkan ojek. Tujuan kami setelah turun dari Rinjani adalah pulau Gili Trawangan. Harga yag ditawarkan oleh bapak-bapak tersebut adalah Rp. 100.000,- per orang, wah mahal banget. Rencana awal nya kami kesana pakai angkot, tapi karena sudah sore, jadi angkot sudah tidak ada lagi, dan kendaraan satu-satu nya adalah ojek. Akhirnya kami melakukan tawar menawar dengan bapak-bapak tersebut sehingga di dapat harga persetujuaan Rp. 80.000,-. Harga standar naik ojek kesana sih Rp. 50.000,- , Cuma karena kami berangkat sudah sore jadi harga nya naik dan jarak tempuh nya cukup jauh. OKe, kami pun sepakat dengan harga segitu. Di perjalanan kami dapat melihat pemandangan pantai barat pulau Lombok. Selain itu saya juga dapat melihat gunung rinjani dari bawah. Bersyukur sekali saya sudah menapakkan kaki di atas sana kemaren, hehe J. Kami sampai di pelabuhan bangsal pukul 20.00 WITA di malam hari. Karena tidak ada boat penyebrangan ke gili trawangan pada malam itu, jadi kami menginap di pos polisi bangsal saja pada malam itu.

Lombok, 8 Juni 2012

Keesokan hari nya kami sudah bangun pagi-pagi untuk bersiap-siap menyebrang ke gili trawangan. Kami berterima kasih sekali kepada pak idris, penjaga pos polisi bangsal yang telah member kami tumpangan untuk tidur. Boat dari pelabuhan bangsal ke gili trawangan beragkat pukul 08.00 WITA dengan harga Rp. 10.000,- per orang. Kurang lebih 45 menit berlayar kami pun sampai di Gili Trawangan. Setelah sampai kami langsung mencari penginapan. Harga penginapan yang kami dapat waktu itu adalah rp. 100.000 per malam, dan kami hanyak menginap semalam. Cukup murah kalau di bagi empat, sehingga masing-masing kami membayar Rp. 25.000,- untuk penginapan. Setelah sampai di penginapan kami istirahat sejenak untuk melepaskan penat. Kira-kira pukul 14.00 WITA siang hari, kami pun mulai keluar untuk menikmati keindahan pulau gili trawangan. Nuansa disini kayak luar negri, karena memang isi nya disini bule semua, sangat jarang wisatawan local yang kami temui disini, tidak pernah malahan, kecuali orang asli yang tinggal di pulau ini. Pandat di Gili Trawangan memang luar biasa indah. Jarak 100 meter dari bibr pantai kita masih dapat melihat dasar laut nya. Memang luar biasa indah nya pantai biru yang berpasir putih ini. Kami menghabiskan waktu bersantai-santai di pantai ini sampai sore hari.

Pantai di Gili Trawangan         Pantai di Gili Trawangan

Gili Trawangan

Gili Trawangan

Setelah puas menikmati pantai, kami balik lagi ke penginapan. Pada malam harinya kira-kira pukul 20.00 WITA baru lah kami keluar kembali untuk menikmati nuansa malam di gili trawangan. Memang sangat ramai sekali suasan di luar waktu itu, di tambah lgi pada saat itu opening euro 2012,j ad banyak tempat nongkrong untuk nonton bareng. Tapi sayangnya lagi isi nya bule semua. Memeng seperti nya pulau ini sudah kayak bule saja. Kami pun hanya jalan-jalan santai pada malam itu. Pada pukul 22.00 WITA kami pun sudah capek jalan-jalan dan balik ke penginapan lagi.

Lombok, 9 Juni 2012

Pukul 07.00 WITA di pagi hari kami sudah bangun untuk bersiap-siap balik ke pelabuhan bangsal lagi. Boat dari gili trawangan juga berangkat pukul 08.00 WITA pagi. DI boat kami bertemu dengan bapak-bapak yang juga mau ke mataram, satu tujuan dengan kami. Sampai ke bangsal kami bareng dengan bapak tersebut ke mataram. Dari pelabuhan bangsa kita naik delman dulu ke simpang luar pelabuhan, tapi di Lombok bukan Delman, melainkan “KIDOMO”, hehe, lucu😀. Tarif naik kidomo sampai ke simpang luar yaitu Rp. 3.000,-. Selanjutkan kami melanjutkan perjalanan dengan angkot ke Kota Mataram dengan harga Rp. 10.000,-. Sesampai di Mataram kami menelpon bg aceng. Tak lama pun bg aceng datang ke tempat kami. Kami di ajak dulu ke rumahnya bg aceng. Disana kami diberi sarapan juga oleh bg aceng. Setelah duduk santai sebentar kami di ajak ke daerah cakre untuk membeli oleh-oleh, setelah itu kami pergi ke rumah makan di dekat Mall Mataram untuk membeli Nasi Ayam Taliwang khas Lombok. Harga nya luar biasa, Rp. 35.000,- satu bungkus. Kami kaget semua waktu mendenganr hal itu. Tapi setelah dilihat-lihat tidak terlalu mahal, karena ayam yang di berikan adalah 1 ekor ayam, bukan potongan-potongan ayam, hehe😀. Setelah membeli bekal ayam taliwang, kami balik lagi ke rumah bg aceng untuk mengambil carrir lagi. Pukul 16.00 WITA kami di antar bg aceng untuk mencari angkot ke pelabuhan lembar. Kami pun dapay angkot dengan harga Rp. 20.000,- per orang. Kami berterima kasih sekali kepada bg aceng atas jasa nya selama kami di Mataram, hehe. Kalo bg aceng ke main-main k Bandung, jangan lupa telpon bg, hehe😀.

Kami sampai di Pelabuhan Lembar pada pukul 17.00 WITA. Kami langsung menaiki ferry dan ferrynya pun berangkat pada pukul 18.00 WITA. “Wah, selamat tinggal Lombok, selamat tinggal Rinjani, suatu saat pasti saya akan datang lagi kesini”, itu lah kata-kata yang terniang di pikiran saya saat kapal ferry nya mulai berangkat meninggalkan pelabuhan lembar, hehe J. Kami pun berlayar pada malama hari waktu. Waktu pelayaran terasa cukup cepat waktu itu, puku 21.20 WITA kami sudah sampai di Pelabuhan Padang Bai di Bali.

Setelah sampai di pelabuhan Padang Bai kami lagi-lagi ketemu dengan rombongan dari Jakarta, tapi mereka langsung ke Surabaya malam itu, sementara kami berencana menginap dulu di Bali 1 malam. Kami bersama rombongan dari Jakarta sama-sama rental 1 bus ke terminal ubung, Bali. Salah satu anggota dari rombongan tersebut, yaitu ibu dewi tidak langsung balik ke Surabaya, beliau juga mau main-main di Bali dulu, ya udag, kami ajak saja ibu dewi untuk bareng. Ongkos dari Padang Bai ke Terminal Ubung waktu itu adalah Rp. 30.000,-. Sampai di ubung kami mencari taksi ke Legia, di daerah Kuta, karena rencana kami memang nginap disana, Sesampai nya di Kuta kami pukul 02.00 WITA dini hari. Kami langsung saja mencari tempat nongkrong waktu itu sambil menunggu pagi datang. Kami nongkrong waktu itu di McD Kuta Beach. Cukup lama kami duduk disana sambil nonton Euro juga, hehe😀. Setelah menjelang subuh baru lah kami pergi untuk mencari penginapan yang berguna untuk menaruh barang-barang kami nantinya. Kami dapat penginapan di daerah puppies dengan harga Rp. 125.000,- per malam. Kami cuma ngambil satu malam. Sampai di penginapan kami shalat subuh dulu, lalu tidur sebentar menunggu pagi datang.

Bali, 10 Juni 2012

Setlah pukul  09.00 WITA di pagi hari, kami semua bangun, mandi dan kemudian mencari tempat penyewaan motor untuk keliling Bali. Harga sewa motor yang kami dapatkan waktu itu adalah Rp. 50.000 per motor dan kami menyewa 3 motor. Setelah motor di tangan kami pun mulai petualangan menjelajah pulau Bali dalam 1 hari. Tempat-tempat yang kami kunjungi di Pulau Bali selama satu haru itu adalah Tanah Lot, Ubud, Pasar Sukawati, Pantai Sanur, dan terakhir di Kuta Beach sambil menikmati sunset. Petualangan kami satu hari itu berakhir pada pukul 19.00 WITA. Setelah selesai menjelajah Bali, kami langsung mengemblikan motor dank ke penginapan lagi untuk mengambil barang-barang, karena kami berencana berangkat ke Pelebuhan Gilimanuk malam ini. Dari Kuta ke Terminal Ubung lagi-lagi kami naik taksi dengan harga Rp. 14.000/orang. Sesampainya di terminal ubung yang sangat tidak saya suka adalah para calo. Belum taksi yang kami naiki berhenti para calo telah dtaang mengerumuni taksi kami. Cukup resah kami dibuatnya. Setelah menego dengan calo tersebut didapat ongkos bus ke gilimanuk Rp. 25.000,-. Bus berangkat pukul 22.00 WITA di malam hari dan kami sampai di pelabuhan gilimanuk pada pukul 01.30 WITA. Namun setelah sampai di gilimanuk ada hal yang tidak mengenakan yang kami alami. Supir bus tadi meminta ongkos Rp. 30.000,- padahal tadi sudah disepakati harganya Rp. 25.000,-. Supir nya terkesan memaksa gitu, ya udah, dari pada rebut malam-malam kami membayar ongkos Rp. 30.000,- (b****at tu supir). Setelah sampai di gilimanuk kami langsung menaiki Ferry ke pelabuhan ketapang di Banyuwangi. Ferry berangkat pukul 02.00 WITA dini hari. Setelah lebih kurang 45 menit berlaya, akhirnya kami sampai di banyuwangi pada pukul 01.45 WIB di pelabuhan ketapang. Kami langsung menuju stasiun dan tidur di stasiun Banyuwangi menunggu pagi.

Banyuwangi, 11 Juni 2012

Pukul 04.30 WIB kami sudah mulai ngantri untuk membeli tiket kereta di stasiun banyuwangi. Waktu awal ngantri sih tiket kereta KA Sri Tanjung kata mbak yang jual tiket nya masih ada. Trus waktu giliran saya beli, katanya tiket kereta untuk KA Sri Tanjung baru dibuka jam 05.oo WIB. Oke, saya pun menggu. Tapi waktu saya menunggu datang saja pengumuman yang di temple di loket penjualan kalau kereta sri tanjungnya sudah penuh. Wduh, mana bisa kayak gini, tadi katanya masih ada. Saya dan Geri pun mulai antri kembali, Sampai giliran kami di depan loket, kami pun bilang mau oesan tiket untuk 5 orang dan mbak yang jual tiket di loket pun bilang kalau untu 5 orang tidak cukup, Saya dan Geri pun cukup protes ke mbak nya. Setelah protes yang lumayan panjang, akhirnya kami dapat 5 tiket, hehe. Dan yang lucu nya waktu itu mbak nya udah bingung sampai-sampai berlebih member kembalian duit kami. Untung disini kami jujur semua dan duitnya pun di kembalikan, hehe J.

Kereta Sri Tanjung berangkat pukul 08.00 WIB dari Banyuwangi. Kami sampai di Surabaya pukul 13.20 WIB dan selanjutnya kami sampai di Jogja pukul 22.00 WIB malam hari. Sesampainya di stasiun Lempuyangan ternyata KA Kahuripan yang ke Bandung telah berangkat dari jam 21.00 WIB tadi. Sial, lagi-lagi kami ketinggalan keretea, ini gara-gara KA Sri Tanjung nya gak ontime datang nya di Jogja L. AKhirnya malam itu kami nginap di tempat tetangga si luthfi waktu itu di Padang yang pindah ke Jogja.

Yogyakarta, 12 Juni 2012

Keesokan harinya kami kembali ke stasiun lempuyangan untuk mencari tiket KA Pasundan yang berangkat ke Jogja pada pukul 12.00 WIB. Sesampai nya disana ternyata lagi-lagi hal yang sama pun terjadi, “Tiket KA Pasunda HABIS sampai dengan tanggal 16 Juni” dan “Tiket KA Kahuripan HABIS sampai tanggal 18 Juni”. Ini De Javu lagi. Jadi terpaksalah kami langsung berpindah ke stasiun tugu untuk mencari alternative kereta lain ke Bandung. Lagi-lagi kami naik KA Malabar yang ekonmi dengan hrga Rp. 95.000,0 L. Rugi lagi dah kami di ongkos kereta yang seharunya Cuma Rp. 35.000,-. Akhinrnya kami dapat KA Malabar yang berangkat dari Jogja pukul 23.00 WIB. Keretanya datang tepat waktu dan kami menghabiskan waktu di kereta dengan tidur karena sudah pada kecapekan, hehe😀.

Bandung, 13 Juni 2012

Pagi hari pukul 08.00 WIB akhirnya KA Malabar yang kami naiki sampai di Stasiun Pusat Bandung. Wah, Alhamdulillah, akhirnya kami sampai lagi di Bandung dengan selamat🙂.

Sekian cerita perjalanan backpacking saya kali ini ke Lombok dan Gunung Rinjani, berharap dapat kembali lagi ke pulau yang indah dan gunung yang mempesona itu🙂.

 

 

Biaya Perjalanan :

Tiket KA Malabar : Rp. 95.000,-
Tiket KA Sri Tanjung : Rp. 35.000.-
Ferry ke Gilimanuk : Rp. 6.000,-
Bus ke Padang Bai : Rp. 45.000,-
Ferry ke Lembar : Rp. 36.000,-
Sewa angkutan ke sembalun : Rp. 65.000,-
Ojek ke Bangsal : Rp.80.000,-
Boat Ke Trawangan : Rp. 10.000,-
Penginapan di Trawangan : Rp. 25.000,-
Boat ke Bangsal : Rp. 10.000,-
Ongkos Kidomo : Rp. 3.000,-
Angkot Ke Mataram : Rp. 10.000,-
Angkot ke Lembar : Rp. 25.000.-
Ferry ke Lembar : Rp. 35.000,-
Bus ke Denpasar : Rp. 30.000,-
Taksi ke Kuta : Rp. 14.000,-
Penginapan di Kuta : Rp. 30.000,-
Sewa motor : Rp. 25.000,-
Taksi ke Ubung : Rp. 14.000,-
Bus ke gilimanuk : Rp. 24.000,-
Ferry ke Ketapang : Rp. 6.000,-
Tiket KA Sri Tanjung : Rp. 35.000,-
TIket KA Malabar :  Rp. 95.000,-
TOTAL : Rp. 753.000,-


9 Comments on “Lombok Trip – Pendakian Menggapai Puncak Rinjani 3726 mdpl”

  1. aji says:

    petualangan yang seru kwan…someday, i will be there..Rinjani

  2. ani says:

    Seru ceritanya!!!! saya juga pernah backpacker Bogor-Lombok 2 tahun yang lalu, tapi gak sempet ke rinjani…

  3. eve says:

    wow… keren… boleh minta alamat e-mailnya ga? saya juga mau ke sana..

  4. ajengnove says:

    keren ceritanya backpacker sejati hohoho

  5. noorbay says:

    baca catatan perjalanannya seru banget..jadi inget 17thn lalu waktu naik gunung..ngeteng pakai kereta..ada beberapa kesalahan yg ngingetin pengalaman jaman dulu..naik ke summit tapi yg bawa air cuma 1 orang..udah gitu airnya di abisin lagi sama temen dan ngak ada makanan pula..Lapar, haus, lemes+kedinginan di jalur tanjakan puncak..Komplit deh..
    Ditunggu cerita lainnya bro..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s