Minang Aerosport

Padang, 23 Juni 2011

Minang aerosport, merupakan acara pertunjukan kedirgantaraan yang dilaksanakan untuk pertama kali nya di kota Padang. Acara ini di mulai dari tanggal 22-26 Juli 2011 yang bertempat di Lanud Tabing, Padang. Acara ini menampilkan akrobatik pesawat terbang, atraksi terjun payung dari atas pesawat, pameran kedirgantaraan, dan berbagai acara lainnya.

Walaupun acara ini perdana di laksanakan di Kota Padang, namun antusias dari peserta terlihat sangat bagus. Sampai hari ini telah ada 150 peserta yang mendaftar dalam acara tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga ada yang berasal dari luar, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Selama 2 menit, masyarakat Kota Padang akan disuguhi atraksi pesawat tempur Hawk 100/200 dari Skadron Lanud Pekanbaru. Atraksi yang membentuk formasi fly pass atau terbang rendah dengan ketinggian 250 meter di atas permukaan jalan akan menimbulkan suara gemuruh keras.

Setelah formasi fly pass juga ada atraksi intervied atau terbang jungkir balik di udara. Atraksi ini seolah-olah membelah langit Kota Padang karena pesawat nya meninggalkan asap tebal  panjang yang indah untuk dinikmati. Atraksi intervied dilanjutkan dengan aksg individual  yang berputar 3 kali sebelum menbentuk formasi. Atraksi ini diakhiri dengan formasi bombers yang biasanya digunakan untuk menyerang musuh.

Sekitar pukul 10.50 WIB atau setelah aksi pesawat tempur, langit Kota Padang akan berwarna-warni selama 25 menit. Warna-warni tersebut diciptakam oleh para atlet Terjun Payung yang memakai perasut berwarna-warni. Para penerjun menampilkan aksi terbaiknya yang melompat dari pesawat angkut berat C-130 Hercules dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta dengan ketinggian 800-10.000 kaki. Terjun payung diikuti 35 atlet terjun payung dari TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, Bea Cukai, dan lainnya.

Tidak itu saja, berbagai olahraga dirgantara lainnya juga beraksi memeriahkan Minang Aerosport 2011. Microlight atau Gantole Motor juga akan menjadi pemandangan menarik yang diikuti oleh atlet dari Fasida DKI, Fasida Bogor, dan Fasida Jabar. Untuk cabang Gantole itu sendiri diikuti oleh atlet Kompodirga PGPI, Fasida DKI, Fasida Banten, Fasida DIY dan Fasida Sulut. Selain itu, cabang olahraga Paramotor yang diikuti para atlet dari Pordirga juga tidak ketinggalan untuk mencuri perhatian masyarakat. Masyarakat Kota Padang dimanjakan dengan atraksi pesawat mini aeromolling yang beranekaragan yang berputar-putar di udara.

Acara Minang Aerosport sempat terhenti sebentar yang disebabkan oleh insiden kecelakaan pesawat yang dipiloti oleh pilot asal Malaysia, Kolonel Zakaria bin Saleh, 57 tahun. Pesawat jatuh dengan cara menukik ke bawah menghantam bumi. Pesawat ini jatuh di tengah keramaian rumah warga Jalan Galaxi, Perumdam Tunggul Hitam, Padang. Pilot Zakaria sempat dievakuasi ke RS M. Djamil Padang sebelum akhirnya meninggal dunia.

Acara Aerosport ini terhenti sejenak oleh kejadian tersebut dan akhirnya dilanjutkan kembali


3 Comments on “Minang Aerosport”

  1. wahh,,ada anak ukm juga..salam kenal ya..😀

  2. eh do…ganti link uda yo..dah lah pindah alamat..hehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s