Perjuangan Satu Tahun yang Lalu

Hampir sudah satu tahun saya disini. Perjuangan satu tahun yang lalu yang membuat saya berada disini masih teringat sampai sekarang. Betapa berat cobaan yang dialami sampai akhirnya saya lulus dan dapat kuliah disini melalui jalur yang terakhir, yaitu SNMPTN 2010. Jalan untuk mencapai Universitas yang diinginkan memang tidak mudah. Berbagai jalur masuk dan ujian pun saya tempuh untuk dapat mencicipi rasanya kuliah di salah satu Universitas terbaik di Indonesia.

Jalur Pertama

Perjuangan itu dimulai dari bulan Desember tahun 2009, dimana pada waktu itu telah dibuka jalur PMDK untuk Universitas Indonesia. Nah, karena nilai rapor saya cukup tinggi pada saat SMA, maka saya mencoba untuk mendaftar di Jalur PMDK UI tersebut. Dari SMA saya waktu itu yang ikut jalur ini ada 4 orang, dimana keempat orang tersebut berasal dari kelas saya dan merupakan teman-teman terbaik saya. Pendaftaran telah dilakukan. Berbagai syarat dan dokumen pendukung pun telah kami lengkapi. Sekarang hanya tinggal menunggu waktu untuk pengumuman kelulusannya. Satu bulan kemudian, tepatnya tanggal 16 Januari 2010, pengumuman kelulusan pun telah keluar. Saat pagi sebelum pergi sekolah, saya membuka internet untuk melihat hasil kelulusan tersebut. Dan ternyata disana saya dinyatakan “Tidak Lulus”. Saya merasa cukup terpukul saat itu karena sebelumnya saat sempat berkeinginan untuk memberikan hasil kelulusan tersebut untuk kado ulang tahun mama saya yang jatuh pada keesokan harinya. Tapi bagaimana lagi, saya memang tidak lulus dalam seleksi tersebut. Sampainya saya disekolah, ternyata 2 orang dari teman saya lulus dalam PMDK tersebut, yaitu Fadhil di jurusan Teknik Mesin dan Khalis dijurusan Sistem Informasi. Saya dan Arif tidak lulus pada waktu itu. Saya agak iri karena melihat teman-teman saya telah lulus dalam seleksi tersebut. Mereka hanya tinggal memikirkan UN saja, karena telah pasti dapat tempat untuk kuliah. Tapi saya sadar kalau perjuangan saya belum berakhir dan masih banyak jalur lain untuk masuk ke Universitas yang saya inginkan.

Jalur Kedua

Nah, perjuangan saya untuk mencapai Universitas yang terbaik masih berlanjut. Jalur yang saya tempuh selanjutnya yaitu ujian UM-UGM. Pada saat itu ujiannya pun tidak diadakan di Padang, tetapi di Pekanbaru. Jadi saya harus pergi ke Pekanbaru untuk ikut ujiannya. Saat itu, waktu ujian UM-UGM dempet dengan UjianAkhir Sekolah. Jadi para siswa yang mengikuti UM-UGM diberikan Ujian Akhir Sekolah susulan. Saya dan Arif ikut pada ujian ini. Ujian saya jalani dengan tenang, dan setelah selesai ujian saya berharap bisa lulus diseleksi kali ini. Setelah 3 minggu, pengumuman UM-UGM pun telah keluar. Saya bersama Fadhil, Khalis dan Andro saat itu sedang berada dirumah Dany untuk membuat buku angkatan. Kami pun melihat hasil Ujian itu bersama-sama. Tapi hasilnya tidak seperti yang saya harapkan. Lagi-lagi tulisan yang keluar dilayar komputer saat itu “Tidak Lulus”. Saya terdiam sejenak saat melihat itu seakan tidak percaya. Setelah beberapa menit setelah itu, kami mendapat kabar bahwa Arif lulus di Jurusan Ilmu Komputer UGM. Ini membuat saya makin terpuruk saja, karena diantara kami berempat, tinggal saya saja yang belum lulus. Saya sempat patah semangat pada saat itu. Untunglah teman-teman dan terutama Orang Tua selalu memberi semangat kepada saya.

Jalur Ketiga

Disini saya mengikuti ujian selanjutnya, yaitu SIMAK-UI, Ujian Mandiri untuk masuk Universitas Indonesia. Arif pada saat itu juga ikut ujian ini karena ingin masuk FK di UI. Seperti sebelumnya, ujian saya jalani dengan telah belajar full sebelumnya dengan harapan pada ujian ini saya bisa lulus. Dan Ternyata dewi fortuna belum berpihak kepada saya. Saya lagi-lagi dinyatakan “Tidak Lulus” dalam ujian ini. Tapi apa mau dikata, memang seperti itu kenyataannya. Pada saat itu, teman saya Arif lulus lagi dalam ujian ini, tapi di Jurusan Farmasi. Nah, lagi-lagi saya belum lulus, tapi semangat saya saat itu masih belum pudar.

Jalur Keempat dan Kelima 

Disini saya mengikuti beberapa ujian, karena memang pelaksanaan ujian tersebut dalam jangka waktu yang berdekatan. Ujian yang saya ikuti yaitu UMB (Ujian Masuk Bersama) dan USM-ITB. Pada saat itu saya mengikuti Ujian USM-ITB Terpusat yang diselenggarakan di Bandung, karena biayanya kalau lulus nanti lebih murah dibandingkan USM-ITB di Daerah. Jadi saya harus ke Bandung untuk Mengikuti Ujiannya. Kalau gag salah ujian itu diadakan tanggal 29 Mei 2010, lalu Ujian UMB diadakan seminggu sebelum USM. Pada saat itu, verifikasi pendaftaran USM-itb juga harus dilakukan di Bandung, yaitu 2 minggu sebelum ujian. Jadi karena jadwal yang begitu berdekatan, maka saya ambil ujian UMB di Jakarta supaya tidak bolak-balik dari Padang untuk ujiannya.

Ujian UMB pun sudah didepan mata. Saat itu saya dapat lokasi ujian SMA N 22 Jakarta. Seperti yang sudah, ujian pun saya jalani dan berharap mendapatkan hasil yang terbaik dengan lulus melalui ujian ini. Setelah melalui ujian UMB, seminggu kemudian saya akan menjalani USM-ITB. Saya pada saat itu pergi ke Bandung sehari sebelum ujian bersama oom saya yang berdomisili di Jakarta dan menginap di tempat oom saya yang satu lagi yang tinggal di Bandung. Keesokan harinya adalah ujian USM-ITB. Untung saya dapat tempat ujian di kampus ITB, tepatnya di gedung CC Barat. Ujian pun saya jalani. USM-ITB cukup berbeda tipe soalnya dengan ujian-ujian yang lain. Di USM-ITB diadakan 2 hari, dimana pada hari pertama ujiannya tentang Tes Psikologis kita, dan hari kedua tentang Tes Akademik kita. Ujian pun saya lalui. Saya merasa cukup bisa dan mampu menjawab soal-soal yang ditanyakan dengan baik. Rasanya diujian USM ini saya lebih bisa menjawabnya di bandingkan ujian UMB. Sangat besar kepercayaan saya lulus dalam ujian ini.

Dua hari setelah ujian itu, saya pun kembali ke Padang. Sesampai di Bandara dan di jemput oleh orang tua, saya tersenyum karena bisa menjawab soal dengan baik dan berharap lulus. Orang Tua saya juga tersenyum menyambut senyuman saya tersebut. Telah 2 minggu berlalu, tibalah waktunya pengumuman. Pengumuman yang duluan keluar pada waktu itu adalah hasil ujian UMB. Saya melihat hasil tersebut dikamar, dan ternyata hasilnya “Tidak Lulus”. Well, saat itu saya tidak terlalu kecewa karena saya tidak berharap banyak pada ujian ini. 1 minggu kemudia tibalah saat nya pengumuman USM-ITB. Saya berharap sangat besar di ujian ini untuk dapat lulus. Namun lagi-lagi keberuntungan juga belum berpihak kepada saya. Saya masih dinyatakan “Tidak Lulus” dalam ujian USM-ITB tersebut. Saya sangat kecewa sekali melihat hasil yang demikian. Saya sempat menangis karena melihat hasil, seakan tidak percaya kalau saya belum lulus. Tapi pada saat itu masih ada orang tua yang selalu tetap memberi semangat kepada saya dan terus berdo’a agar saya di tempatkan di Universitas yang terbaik bagi saya.

Jalur Keenam

Jalur keenam yaitu ujian STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik). Ujian ini terdiri dari 3 tahap, dimana terdiri dari Tes Tertulis, Tes Psikologi dan Tes Wawancara. Ujian tahap pertama alhamdulillah saya jalani dengan lancar. Saya dinyatakan lulus dalam ujijan thap pertama. Betapa senangnya hati saya pada saat itu karena untuk pertama kalinya saya lulus dalam ujian masuk. Orang Tua saya sangat mendukung saya untuk kuliah disini karena setelah tamat nanti kita langsung dapat jaminan kerja dan selama kuliah kita diberi uang saku sebesar Rp. 850.000,-/bulan. Tes selanjutnya yaitu Tes Psikologi. Dalam tes kedua ini saya agak mengalami kesulitan karena waktu yang diberikan terlalu pendek menurut saya. Tapi alhamdulillah Allah memberikan kemudahan kepada saya dalam menjalani tes tersebut sehingga saya juga lulus dalam tahap kedua. Semakin besar lah harapan orang tua saya untuk menyekolahan saya disini. Namun dalam hati kecil saya masih ada keinginan untuk kuliah di jurusan Teknik. Jurusan yang saya idam-idamkan dari kecil dulu. Saya tetap mengikuti ujian SNMPTN 2010, sebagai tahap terakhir saya dalam mengikuti tes ujian masuk PTN. Setelah lulus, di ujian kedua, selanjutnya adalah Tes Wawancara. Disini lagi Allah menolong saya dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pewawancara tersebut. Dan akhirnya saya dinytakan “Lulus” secara keseluruhan dalam tes ini.

Jalur Ketujuh

Inilah jalur terakhir yang saya ikuti dalam ujian masuk PTN, yaitu SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Disini saya nekat saja untuk mengambil jurusan yang cukup tinggi karena sudah ada pegangan yang lulus di STIS tadi. Pada saat itu saya mengambil IPC, karena ada rasa takut sedikit juga kalau nanti pilihannya tinggi semua. Jurusan yang saya pilih pada waktu itu adalah FTMD-ITB, FITB-ITB, dan Eko. Pembangunan-UNPAD. Saya nekat untuk mengambil tempat kuliah yang semuanya di Bandung karena memang tidak mau kuliah di padang. Ujian pun saya jalani. Saya menjalani ujian ini tanpa rasa beban sedikitpun. Saya menjawab soal dengan tenang dan santai tanpa rasa tegang. Ujian pun telah saya lewati dengan baik. 3 minggu kemudian tibalah waktunya pengumuman hasil SNMPTN. Hasil pengumuman pun telah bisa dilihat pada pukul 18.00 WIB . Namun pada saya saat itu saya masih cemas, takut akan tidak lulus dalam ujian yang terakhir ini. Saya tidak melihat bagaimana hasil kelulusan SNMPTN tersebut sampai besok pagi. Pada saat paginya, tetangga-tetangga saya disekitar rumah telah heboh tentang kelulusan mereka masing-masing, tapi saya belum tau bagaimana nasibnya. Kalau tidak salah pada waktu itu pukul 9.00 WIB di pagi hari, saya mendapat sms dari teman saya khalis bahwa saya “Lulus” di pilihan pertama di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) – ITB. Pada mulanya saya tidak percaya dengan berita itu, lalu saya menanyakan tentang berita itu kembali ke khalis. Khalis berkata bahwa dia telah melihat hasil uijan tersebut dan hasilnya pun saya lulus. Karena masih ragu-ragu antara percaya dan tidak, saya pun memberanikan diri untuk melihat hasil SNMPTN itu sendiri. Pada saat saya membuka situs SNMPTN, dan ternyata hasil yang keluar adalah “Lulus”. Betapa senangnya perasaan saya pada saat itu. Saya langsung bersujud syukur kepada Allah SWT, karena perjuangan saya selama ini tidak sia-sia. Setelah itu saya langsung mengabari orang tua saya yang saat itu sedang bekerja. Mereka sangat senang sekali mendengar berita tersebut. Melihat orang tua saya senang, saya pun juga senang karena telah membanggakan orang tua saya. Karena pada saat ini, hanya itu lah yang dapat saya berikan kepada mereka, dengan membuat mereka bangga atas pencapaina anaknya.

Dari cerita saya tadi, manakah lebih banyak kata “Lulus” atau “Tidak Lulus” yang saya dapatkan? Tapi ada satu hal yang sangat berharga yang dapat saya ambil hikmahnya dari pengalaman saya ini bahwasanya Allah itu tidak akan sia-sia dengan perjuangan umatnya. Selama kita berusaha untuk mencapai apa yang kita inginkan dengan sungguh-sungguh, maka disanalah Allah akan memudahkan jalan kita untuk mencapai apa yang kita inginkan tersebut.


2 Comments on “Perjuangan Satu Tahun yang Lalu”

  1. Anonymous says:

    wah perjuangan yang sangat keras, namun akhirnya berhasil juga ya.
    Bnr” menginspirasi ^^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s