Backpacking ke Belitung

Kenapa saya bilang backpacking karena memang perjalanan kami ini menggunakan tas backack, haha, dan tidak ada alasan lainnya :P. Jalan-jalan kali ini saya lakukan sambil pulang ke Padang dari Bandung pada saat liburan semester pendek kemaren. Perjalanan dari Bandung-Belitung-Bangka-Palembang-Padang, kami lakukan dalam waktu 1 minggu (22 januari 2011 – 29 Januari 2011). Kami pergi berlima orang dari Bandung.

Bandung, 22 Desember 2011

Tepat pada pukul 01.30 WIb di pagi hari Saya, Rizky dan Yunas berangkat menuju tempat travel. Sementara 2 orang teman saya yang lain yaitu Aidil dan Fajri berangkat dengan travel yang berbeda dari Bandung juga. Kami tidak mendapatkan travel yang sama meuju bandara, karena tiket travel ke bandara pada waktu itu banyak yang full ( lagi musim liburan gan, banyak yang pulang kampung, hehe :D). Kami pun janjian untuk bertemu di Bandara Soekarno-Hatta saja di Jakarta. Pada pukul  04.30 WIB, kami bertiga sampai di bandara, dan setelah menunggu sekitar 15 menit, teman saya Aidil dan Fajri akhirnya datang juga. Setalah berkumpul semua sebanyak 5 orang, kami pun memasuki bandara, check in, dan sholat subuh dulu sebelum berangkat. Kami pergi ke Belitung dengan pesawat maskapai Batavia-Air dengan nomor penerbangan Y6-5311. Harga tiket ke Belitung dari Jakarta rata-rata 250-500 ribu. Kami dapat tiket dengan harga 345 ribu. Cukup mahal, karena pada saat itu memang lagi musim liburan.
      

Akhiranya pada pukul 06.30 WIB pun, pesawat yang kami naiki pun take off dari Bandara Int’l Soetta, Jakarta. Waktu tempuh dari Jakarta ke Belitung hanya 45 menit. Setelah duduk di pesawat selama 45 menit tersebut, pesawat yang kami naiki mendarat di Bandara H. A. S. Hanandjoeddin di Kota Tanjung Pandan, Belitung. Petualangan kami di Belitung pun dimulai di sini.

Tanjung Pandan, 22 Desember 2011

Setelah sampai di bandara, hal yang pertama kami lakukan yaitu melihat peta keseluruhan Pulau Belitung dan rute perjalan di Pulau Belitung yang di dalam Bandara. Tujuan pertama kami yaitu ke pusat kota Tanjung Pandan untuk mencari penginapan. Kami berjalan lebih kurang 1 km dari bandara ke jalan raya, Jarak dari Bandara ke pusat kota Tanjung Pandan cukup jauh, kira-kira 10 Km. Setelah sampai di jalan raya, kami berencana menumpang mobil pick up ke pusat kota, tapi tidak jadi karena pada saat itu ada angkot yang lewat dan menawarkan mengantar ke Kota dengan harga yang sangat terjangkau. Ongkos angkot ke pusat kota yaitu Rp. 20.000,- sebanyak 5 orang dengan jarak tempuh yang cukup jauh dan penumpangnya cuma kami berlima. Didalam angkot kami ngobrol dengan supir nya dan menanyakan tentang penginapan yang murah di kota Tanjung Pandan. Kami pun diantar sampai penginapan tersebut. Kami pun turun dan berhenti tepat di depan penginapan tersebut. Harga sewa kamar penginapan tersebut Rp. 50.000,- per malam. Kami mengambil satu kamar saja, karena cukup besar dan muat buat kami tidur berlima. Karena hanya menyewa satu kamar, harga yang kami bayar cukup murah jadinya, yaitu Rp. 10.000,- per orang, hehehe :D. Tapi di penginapan tersebut agak terkesan kumuh, tapi gag apalah, toh juga cuma tempat tidur dan meletakkan barang. Kami menyewa penginapan selama 3 hari. Setelah menyewa penginapan, kami pun langsung mencari tempat penyewaan motor. Ternyata tempat penyewaan motornya tidak terlalu jauh dari penginapan kami. Harga sewa motor nya yaitu Rp. 45.000,- per motor setelah melalui nego dengan yang punya motornya yang harga sewa awalnya Rp. 60.000,- . Kami menyewa motor sebanyak 3 motor selama 3 hari untuk kebutuhan kami selama di Beltung, karena di Belitung sendiri sangat susah ditemukan angkot ( bahkan bisa dikatakan hampir tidak ada). Setelah kami dapatkan 3 motor, kami pun langsung meuju destinasi wisata pertama kami di Belitung, yaitu Pantai Tanjung Kelayang dan Tanjung Tinggi. Pantai Tanjung Kelayang dan Tanjung berdekatan, tidak terlalu jauh. Jarak kedua pantai ini dari Kota Tanjung Pandan 30 Km. Untuk mencapai kedua pantai tersebut, kita hanya menelusuri jalan di tepi pantai di Kota Tanjung Pandan, dan terus menju utara. Akhirnya setelah 45 menit di atas motor, kami pun sampai di Pantai Tanjung Kelayang. Oh iya, jalan menuju kedua pantai ini dari Kota Tanjung Pandan sangat bagus dan besar, dan belum terlalu ramai. Setelah sampai di Pantai Tanjung Kelayang, decak kagum pun muncul setelah melihat keidahan pantai ini. Batu-Batu besar yang tersebar di tepi pantai dan tengah laut menambah keindahan dan keunikan dari pantai yang ada di utara Pulau Belitung ini. Selain batu besar, air yang jernih dan pasir yang putih juga menambah ketertarikan kami untuk menikmati suasana pantai ini.  Disana kami bermain air, dan memanjat bebatuan besar yang terletak di tepi pantai tersebut Setelah lebih kurang satu jam menikmati keindahan pantai Tanjung kelayang, kami pun beranjak ke pantai berikutnya, yaitu pantai Tanjung Tinggi.

 

 

 

Yupps, ini lah pantai tanjung ini. Pantai ini merupakan pantai tempat lokasi syuting Film layar lebar Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Suasana pantai Tanjung Tinggi hampir sama dengan Pantai Tanjung Kelayang. Hanya saja di pantai Tanjung Tinggi bebatuannya lebih besar dan lebih tinggi (sama seperti namanya, hahaha :D). Kami mengahabiskan waktu lebih lama di Pantai Tanjung Tinggi dari pada Tanjung Kelayang. Menelusiri batu-batu di pantai tanjung tinggi sangat seru. Setelah puas menelusuri bebatuan besar dan bermain air, perut kami pun terasa lapar. Di dekat Pantai Tanjung Tinggi pun banyak tempat makan yang menjual ikan segar. Sebelum makan disana, kami pun menyakan harga makan di tempat makan tersebut. Ternyata harga makan berlimaorang sampai Rp. 100.000,-. Mendadengar harga yang begitu cukup tinggi, kami pun memutudkan untuk tidak jadi makan disana. Hari telah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Kami pun beranjak balik ke Tanjung Pandan dan mencari tempat makan saat dijalan saja. Ahrinya di jalan kami menemukan tempat makan yang lumayan cukup hemat. Kami makan di warung nasi padang (dimana pun tempatnya, makannya tetap nasi padang) hahaha, slogan yang kami bikin sendiri :D. Harga makan disana Rp.9.000,- yang dapat menghemat pengeluaran uang di saku kami. Setelah selesai mengisi perut pun kami, langsung tancap gas ke Kota Tanjung Pandan. Kami Sampai di Kota Tanjung Pandan pada pukul 17.00 WIB. Untuk megisi waktu di sore hari, kami pun pergi ke Pantai Tanjung Pendam yang terletak di Kota Tanjung Panda. Di pantai Tanjung Pandam sendiri masyarakat Kota Tanjung pandan ramai berkunjung di Pantai ini Setelah berduuduk santai selama 1 jam, kami pun memutuskan untuk balikk ke penginapan untk beristirahat, karena destinati pada hari berikutnya cukup jauh, yaitu Kota Manggar da Gantong yag berjarak lebih kurang 90 Km dari Kota tanjung Pandan.

Tanjung Pandan, 23 Desember 2011

Karena hari ini perjalanan kami cukup jauh, yaitu ke ujung timur pulau Belitung, tepatnya ke Kota Manggar dan Gantong. Nah, tujuan perjalan kami hari ini yaitu mengikuti jejak Laskar Pelangi, hahaha :D. Kota Gantong sendiri mendapat julukan sebagai kampong Laskar Pelangi. Sekitar pukul 09.00 WIB di pagi hari, kami pun mulai berangkat dari Kota Tanjung Pandan. Jalan yang kami lalui yaitu jalan kea rah bandara. Ketika sampai di simpang tiga bandara, kita ambil jalan lurus yang betujuan ke manggar, sedangkan belok kiri ke Bandara. Perjalanan ini terasa sangat jauh, karena cuaca di Belitung saat itu sedang panas juga, ditambah kami juga pergi pakai motor. Perjalanan ke Kota Manggar dari Kota Tanjung Pandan pun kami tempuh dalam waktu 2 jam. Akhirnya kami sampai di Kota Tanjung Pandan pada pukul 11.00 WIB. Kami berkujung ke keliling Kota Manggar dan mampir sebentar ke Pelabuhan Manggar. Kami hanya sebentar di Kota Manggar, karena tujuan utama adalah Kota Gantong. Jarak Kota Manggar ke Kota Gantong yaitu kira-kira 30 Km. Karena hari itu hari Jum’at, kami pun berhenti di perjalanan untuk menunaikan shalat Jum’at terlebih dahulu. Selesai Shalat Jum’at pun, saya bertanya kepada warga setempat tentang lokasi SD Muhammadiyah Gantong yang menjadi tempat syuting film “Laskar Pelangi” itu. Bapak itu menujukkan arah untuk menuju lokasi tersebut. Kalau SD Muhammadiyah yang menjadi tempat syuting laskar pelangi itu ada di Kota Gatung, Jalan Lintang. Tapi juga ada replikanya yang dijadikan Objek Wisata.

  

  

Kami pergi kedua tempat tersebut. Pertama ke replica SD Muhammadiyah dulu, karena lebih dekat. Disini SD Muhammadiyah terlihat lebih bagus, tidak seperti yang di film yang sudah mau rubuh. Setelah mengunjungi replica SD Muhammadiyah tersebut, kami pergi ke SD Muhammadiyah yang dijadikan tempat syuting film laskar pelangi. Nah, keadaan SD Muhammdiyah yang ini jauh berbeda dengan yang tadi. Keadaan SD Muhammadiyah yang ini benar-benar memprihatinkan, atau bisa dikatakan sudah tidak layak. Kami sempat masuk dan duduk didalam SD Muhammadiyah tersebut. DI SD Muhammadiyah ini kami juga menemukan skrip cerita film “Serial Laskar Pelangi”. Jadi film “Serial Laskar Pelangi” yang tayang di TV sekarang, kami sudah tau ceritanya, walaupun skrip yang kami temukan Cuma 1 episode, hahaha :D. Setelah puas melihat suasana SD Muhammadiyah ini, kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Karena waktu itu telah menunjukkan pukul 14.30 WIB di siang hari, perut kami pun terasa lapar dan kami pun mencari tempat makan terlebih dahulu. Lagi-lagi tempat makan yang kami dapatkan yaitu Masakan Padang. Seperti slogan diatas, “Dimanapun tempatnya, makannya tetap nasi padang”, hahaha. Orang yang menjual nasinya pun asli orang padang, sehingga kami bisa berbincang-bincang dengan ibunya dengan menggunakan Bahasa Minang J. Ibu itu juga menunjukkan tempat wisata yang ada di dekat situ, yaitu “Pice”.

 

Mendengar kata ibu tersebut, kami langsung pergi ke lokasi tersebut. Kami yang sebelumnya tidak tahu apa “Pice” itu, ternyata “Pice” tersebut adalah sebuah bendungan. Waaah, kami sangat ketipu sekali, kami kira awalnya “pice” tersebut adalah tempat wisata yang waaah, ternyata hanya sebuah bendungan besar, hahaha :D. Tapi tidak apalah, kami duduk-duduk santai saja menikmatai suasana bendungan di siang tersebut. Setelah dari pice tersebut, tujuan kami selanjutnya adalah Pantai Burung Mandi. Pantai Burung Mandi terletak tidak jauh dari Kota Manggar, kira-kira 20 Km. Kami ke Pantai Burung Mandi sambil pulang ke Tanjung Pandan. Pantai Burung berbeda dari pantai-pantai lainnya yang ada di Belitung yang umumnya mempunyai batu-batu besar yang tersebar di bibir pantai.

Di Pantai Burung Mandi, hanya terdapat pantai pasir yang lepas dan sedit bebatuan karang kalau lagi surut. Setelah selesai menikmati keindahan pantai Burung Mandi, kami pun segera balik untuk pulang ke Tanjung Pandan

Tanjung Pandan, 24 Desember 2011

Hari ini, tujuan utama kami di pulau Belitung adalah pulau lengkuas. Pulau lengkuas terletak dekat dengan pantai tanjung binga dan tanjung kelayang. Untuk menuju pulau lengkuas tersebut, kita harus menaiki perahu boat yang ada di tanjung kelayang dengan muatan maksimal 7 orang. Untuk naik perahu boat ini, kita harus mengeluarkan biaya Rp. 350.oo,- per boat. Cuaca kami naik boat pada saat itu kurang baik, sehingga terdapat ombak-ombak besar yang harus kami lalui. Di tengah perjalanan pun, bapak yang bawa perahu pun bilang kalau boat yang kami naiki tidak bisa mencapai pulau lengkuas, karena cuaca yang tidak memungkinkan. Akhirnya bapak yang punya perahu memutuskann untuk tidak jadi ke pulau lengkuas, dan mengalihkan perjalanan ke pulau burung. Terdapat sedikit kekecewaan yang kami rasakan, tapi tak apalah, karena cuaca yang tidak memungkinkan juga kami tidak bisa ke pulau lengkuas. Akhirnya, setelah berlayar kurang lebih 45 menit, kami pun sampai di pulau burung.

  

 

Wow, memang luar biasa indah nya pantai di pulau ini, tidak kalah dengan pantai yang ada di pulau lengkuas yang kami lihat dari foto. Di Pulau burung uga terdapat batu-batu besar dan pasir putih yang menawan. Kami menjelajahi pulau burung lebih kurang selama 2 jam. Setelah puas menikmati keindahan pulau burung, kami pun lanjut di antar bapak yang punya kapal ke pulau pasir. Pulau pasir sendiri hanya ada ketika air surut, karena pulau ini sendiri hanya seperti setumpuk pasir yang terletak di tengah laut Di pulau pasir ini kita bisa melihat bintang laut yang biasanya terletak ditepi pulau pasir ini. Setelah puas menikmati pulau pasir, akhirnya kami balik lagi ke Tanjung kelayang, karena hari pun sudah sore dan ombak juga semakin besar. Dengan keadaan yang basah-basah, kami langsung menuju Tanjung Pandan pake motor dari Tanjung Kelayang. Setelah sampai di penginapan di Tanjung Pandan, kami langsung beristirahat, karena besok kami harus ke Pulau Bangka untuk balik ke Padang.

Tanjung Pandan, 25 Desember 2012

Pagi-pagi pukul 07.00 WIB kami telah bangun, karena harus bergegas ke Pelabuhan Tanjung Pandan untuk pergi ke Pulau Bangka. Untuknya jarak penginapan kami ke pelabuhan tidak terlalu jauh jadi bisa ditempuh denga jalan kaki saja. Sampainya di pelabuhan, saya langsung antri untuk membeli tiket jetfoil ke Bangka, tapi setelah dapat giliran saya untuk membeli tiket, ternyata tidak boleh membeli tiket ekonomi sebanyak 5 buah, harus 3 ekonomi dan 2 eksekutif. Saya pun langsung balik dan menanyakan kepada teman-teman saya. Akhirnya saya mencari bapak-bapak yang nyuruh kami untuk membeli tiket di pelabuhan saja pada saat kami mau beli tiket di agen nya. Nah, ternyata bapak yang kami cari ini menawarkan solusi. Kami bisa menaiki kapal tanpa membeli tiket, tapi bayar kepada bapak itu Rp. 100.000,-. Yap, karena harga untuk naik kapal menjadi murah yang awalnya Rp. 148.000,- kami pun langsung menerima tawaran bapak tersebut (bisa dibilang masuk pake calo, haha :D). Akhirnya kami pun bisa masuk kapal jetfoil yang membawa kami ke Bangka. Perjalanan laut dari Tanjung Pandan di Pulau Belitung ke Pangkal Pinang di Pulau Bangka di tempuh dalam waktu lebih kurang 5 jam. Keadaan ombak pada saat itu memang sangat besar, sehingga kapal jetfoil nya bergoyang sangat hebat yang membuat perut saya sempat mual, alias mabok. Karena merasa mabok, saya pun tidur saja di atas kapal jetfoil tersebut. Akhirnya setelah berlayar selama kurang lebih 5 jam, kami pun sampai di Pelabuhan Pangkal Balam di Kota Pangkal Pinang, Pulau Bangka. Disana tante saya yang memang tinggal di Bangka sudah menunggu kami dibawah. Setela turun kapal pun kami langsung naik mobil untuk pergi ke rumah tante saya. Rumah tante saya terletak di Kota Sungai Liat, 1 jam dari Kota Pangkal Pinang. Kami sampai di rumah tante saya kira-kira pukul 15.00 WIB di sore hari. Sampai di rumah, kami semua langsung tepar tidur, karena sudah pada lelah semua. Kami pun tertidur nyenyak sampai malam harinya.

Keesokan harinya

Sungai Liat, 26 Desember 2011

Tujuan kami hari ini yaitu mengunjungi pantai-pantai yang ada di pulau Bangka. Kebetulan pantai-pantai yang bagu di pulau Bangka seperti Pantau Parai, Pantai Matras, Pantai Tanjung Pesona berada di dekat Kota Sungai Liat. Tujuan pertama yaitu Pantai Matras. Kami pergi ke pantai Matras dengan menggunakan mobil pribadi punya tante saya dengan sepupu saya sebagai pununjuk jalanya, (hehe :D). Jarak pantai matras dari rumah tante saya yaitu kira-kira 10 Km. Suasanan pantai Matras hampir sama dengan pantai burong mandi yang kami kunjungi di plau Belitung, landai, dan pasir putih, tapi tetap ada bebatuan besar pada ujung-ujung pantainya. Setelah dari pantai matras kami pun beranjak ke Pantai Tanjug pesona. Pantai Parai tidak sempat kami kunjungi, karena pantai Parai sendiri terletak di dalam Hotel Parai. Jadi kalau mau masuk pantai Parai, kita harus masuk Hotel Parai dulu (bayar dulu dong pastinya). Setelah puas menjelajahi pantai-pantai yang ada disekitar Kota Sungai Liat, kami pun pulang ke rumah tante saya untuk istirahat, karena besok kami harus ke Palembang untuk selanjutnya pulang ke Padang.

Sungai Liat, 27 Desember 2011

Pagi-pagi pukul 09.00 WIB, kami sudah mempersiapkan barang-banrang kami semua. Kami berangkat dari rumah tante saya pukul 10.00 WIB. Kami berangkat ke Pelabuhan Tanjung Kelian di Muntok. Ke Muntok kami menaiki bus. Berangkat dari terminal Sungai Liat dengan harga Rp. 35.000,-. Bus yang kami naiki berankat jam 13.00 WIB dan sampai di muntok pukul 17.00 WIB, karena bus yang kami naiki sedikit mengalami masalah. Sampainya di pelabuhan Tanjung Kelian, kami langsung membeli tiket kapal ferry menuju Palembang dengan harga RP. 46.ooo,-. Kapal kami berangkat pukul 19.00 WIB. Suasana di kapal ferry jauh lebih nyaman dari kapal jet foil, tetapi kapal ferry berlayar lebih lambat. Kalau menggunakan jetfoil, perjalan ke Palembang bisa ditempuh dalam waktu 3 jam dengan harga Rp. 150.000,-, tapi dengan kapal ferry membutuhkan waktu lebih kurang 10 jam. AKhirnya kami sampai di Palembang pukul 08.00 WIB keesokan harinya.

Palembang, 28 Desember 2011

Sampai di Pelabuhan Palembang, kami menaiki angkot berwarna merah marron di luar pelabuhan ke arah Jembatan Ampera yang terkenal sebagai ikon Kota Palembang. Kami berhenti di dekat jematan ampere dan sempat berfoto sebentar. Setelah itu kami pergi ke pos polisi yang di dekat masjid Agung Kota Palembang, karena disana oom saya telah menunggu untuk mengantar ke tempat bus yang akan naiki menuju Padang. Sampai di pos polisi, oom saya sudah menunggu disana. Setelah beristirahat sejenak, oom saya pun mengantar kami ke Pool Bus Yoanda Prima. Harga tiket Bus Yoanda Prima dari Pelambang ke Padang Rp. 140.000,-. Kami berangkat dari Palembang pada pukul 10.00 WIB. Waktu tempuh perjalanan dari Palembang ke Padang kira-kira 18 jam.

   

 

Padang, 29 Desember 2011

Akhirnya setelah duduk di Bus selama lebih kurang 18 jam, kami pun sampai di Kota Padang. Kami sampai di Kota Padang pada pukul 10.00 WIB di pagi. Setelah sampai di Padang, saya langsung naik angkot ke rumah, untuk segera beristirahat.

Finally, I’m at home now, hahaha

Sekian cerita perjalanan saya berwisata di Pulau Laskar Pelangi, bagi yang berminat menjelajahi Pulau Belitung, silahkan mencoba, pasti bakal seru, haha :D

Rincian biaya perjalanan :

Tiket Travel Bandung – Jakarta : Rp. 90.000,-
Tiket pesawat Jakarta – Tanjung Pandan : Rp. 315.400,-
Ongkos angkot bandara Tanjung Pandan ke kota : Rp. 5.000,-
Sewa penginanapan di belitung : Rp 10.000.- per hari x 3 hari = Rp. 30.000,-
Sewa motor : Rp. 45.000,- per hari x 3 hari = 135.000,- / 2 = Rp. 67.500,-
bensin motor selama 3 hari : Rp. 50.000,-
tiket jetfoil Belitung – Bangka : Rp. 100.000,-
Tiket bus : Sungai Liat – Muntok : Rp. 35.000,-
Tiket Ferry Muntok – Palembang : Rp. 46.000,-
Tiket bus Palembang – Padang : Rp. 145.000,-
Total biaya : Rp. 883.900,- (belum termasuk makan) 


14 Comments on “Backpacking ke Belitung”

  1. adi.inul says:

    mantab do back pack nyo….
    kalau bisa… tmbahkan anggaran biaya yg dihabiskan do di bagian akhirnyo.. :D

  2. hahaha, sip da adi
    beko do tambahan biaya yang dikeluarkan selama perjalan da :D

  3. citra says:

    boleh minta info penginapan, tempat sewa motor, CP yg bisa dihubungin, dll ke email sy?
    rencana sy mau ke belitung bulan depan berangkat dari palembang via laut.
    mksh sblmnya.

  4. angel says:

    itu sewa kapal 350 ribu sekali jalan atau bisa di sewa seharian keliling beberapa pulau?

  5. Oh iya itu pas dari bandung,ke jakarta pake via apa?

  6. Waahh… Liputan perjalanan yang mantap. Lengkap! Sangat membantu dan bermanfaat. meskipun memerlukan penyesuaian untuk variabel harga dan biaya, tetap saja ini panduan yang berguna buat para backpacker lain nantinya. Terima kasih, salam kenal.

  7. Reevo says:

    Halo ! Mau tanya kalo untuk solo traveling, apakah Belitung cukup aman ? Terima kasih info nya :)

  8. Adyta Dhea Purbaya says:

    Ahhh pas banget, aku rencana liburan ke bwlitung nih. Tp btw, gimana kalo nggak hafal jalan? Mau sewa motor? Nanti malah nggak tau jalan menuju temoat2nya? Sewa motornya dkt sama penginapan kah?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.